Seni Mengelola Informasi-Analisa-Prediksi

Posted: Agustus 6, 2014 in Tulisan Lain

PemimpinHampir setiap hari, baik di televisi atau di media pemberitaan lain nya selalu terdengar kata kata “Pemimpin”, apalagi di tahun 2014 ini, yang merupakan tahun politik bagi Indonesia. Dalam benak dan pikiran saya selalu terngiang apakah “Pemimpin” itu dan apakah bedanya dengan “Pimpinan”. Dalam kesempatan ini saya berusaha mengurai berdasarkan apa yang saya lakukan, saya rasakan selama kurang lebih 15 tahun ini.

Pada dasarnya seorang Pemimpin adalah seseorang  yang mempunyai jiwa seni tinggi, sama dengan pekerja seni lain nya, mengapa seperti itu ?, Karena Seorang pemimpin adalah suatu Seni Mengelola Harapan. Sehingga timbul lagi pertanyaan “Harapan” siapa ?….. Jawaban nya adalah Harapan para pengikutnya / bawahan nya. Karena seorang pengikut / bawahan dapat di pastikan akan menggantungkan harapanya kepada pemimpin nya, dimana mana, di pemerintahan, di perusahaan di manapun.

Untuk menjadi pemimpin yang mampu mengelola harapan, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi bukan sesuatu yang tidak mungkin di lakukan, ada beberapa prinsip dalam mengelola harapan tersebut yaitu Informasi – Analisa – Prediksi. Ketiga hal tersebut, sangat di pengaruhi oleh Pendidikan, Pengalaman, keberanian, kekuasaan, kebenaran (Agama & hukum), kecerdikan dan Perasaan, mengapa “perasaan”, karena pemimpin adalah pekerja seni.

Pimpinan, biasanya adalah seseorang yang di “Paksa” untuk menjadi Pemimpin, modalnya hanya kekuasaan, sehingga unsur Keberanian dan Kebenaran hampir di katakan tidak ada, sehingga seorang Pimpinan bekerja hanya berdasarkan perintah, baik lisan maupun tulisan. Dan jauh meninggalkan perasaan untuk membuat prediksinya.

Dalam Cerita Pewayangan Mahabaratha, contoh seorang Pimpinan adalah Raja Destarata, raja ini sangat emosional, ceroboh, gegabah dan memang dalam sejarahnya menjadi Raja Hastinapura sedikit di paksakan, untuk menggantikan Adiknya (Raja Pandu) yang mengasingkan diri, sehingga yang terjadi adalah Kerajaan Hastinapura berantakan

Kembali lagi ke kata kata “Pemimpin”, salah satu pemimpin yang cukup mampu mengelola harapan adalah ada dua, yaitu Basudewa Krishna dan Raja Sangkuni, mengapa demikian karena keduanya mampu mengelola Informasi – Analisa – Prediksi yang di balut dengan Pendidikan, Pengalaman, keberanian, kekuasaan, kebenaran (Agama & hukum), kecerdikan dan Perasaan

Sehingga menurut saya, perang Mahabaratha yang terjadi di Kurusetra adalah Perang antara Basudewa Krishna dan Raja Sangkuni, yang melibatkan Pandawa dan Kurawa.

Sungguh suatu yang sangat di impikan seorang pemimpin yang demikian, bukan pimpinan pimpinan yang ada sekarang ini. Sebenarnya seorang Pimpinan tinggal selangkah lagi untuk menjadi Pemimpin, jika dalam membuat prediksinya ditambahkan, keberanian (termasuk berani dipecat), Kebenaran dan Perasaan, seorang Pimpinan biasanya sudah cerdik (baca culas), tinggal kecerdikan nya ini mau di pergunakan ke arah mana.

Jadi sekarang tinggal pilih mana, menjadi Pemimpin atau menjadi Pimpinan, semua terserah anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s