Manufacturing Resources Planning (MRP II)

Posted: Februari 16, 2012 in Tulisan Lain

MRP II merupakan suatu sistem Informasi terintegrasi yang menyediakan data di antara berbagai aktivitas produksi bdan area fungsional lain nya dari suatu bisnis secara keseluruhan. sistem MRP II mengkoordinasikan pemasaran, manufacturing, pembelian dan rekayasa melalui pengadopsian rencana produksi serta melalui penggunaan satu data base ter integrasi guna merencanakan dan memperbaharui aktivitas dalam sistem industri modern secara keseluruhan. Pada dasarnya, dalam MRP II perencanaan produksi di kembangkan dari perencanaan strategik bisnis yang melibatkan Top manajemen dari suatu perusahaan Industri. Dalam MRP II, departemen produksi di harapkan untuk memproduksi pada tingkat yang telah di tetapkan (sesuai pesanan) dan memjadi komitmen dari manajemen industri tersebut. Departemen pemasaran kemudian akan memasarkan produk pada tingkat produksi yang telah di tetapkan. dan departemen keuangan akan menjamin sumber sumber daya keuangan yang cukup agar mampu merealisasikan rencana produksi pada tingkat yang telah di tetapkan bersama. Berdasarkan petunjuk dari rencana produksi itu, selanjutnya di buat jadwal produksi Induk (Master Production Schedule). yang menspesifikasikan kuantitas dari produk spesifik yang akan di produksi. Pada tahap ini, kemudian di periksa secara garis besar, apakah kapasitas yang tersedia cukup untuk mendukung MPS tersebut, Juka tidak cukup, harus di adakan koreksi. Selanjutnya apabila telah selesai di koreksi, kita dapat melakukan perencanaan kebutuhan material dan menetapkan jadwal prioritas untuk produksi, selanjutnya suatu analisis secara terperinci tentang kebutuhan kapasitas di tentukan,  guna menjamin bahwa kapasitas itu cukup untuk memproduksi komponen spesifik pada setiap pusat kerja selama periode waktu penjadwalan produksi tersebut. setelah di anggap realistik, eksekusi dari rencana produksi, penjadwalan pembelian dan penjadwalan di tempat produksi dapat di kembangkan. Berdasarkan jadwal yang telah di tetapkan secara realistik itu, pengaturan pada pusat pusat stasiun kerja, pengendalian produksi dan pengendalian pemasok dapat di tentukan agar menjamin terpenuhi nya jadwal produksi induk (MPS). Model perencanaan kebutuhan material (MRP = Material Requirement Planning) dan perencanaan kebutuhan kapasitas (Capacity Reqirement Planning = CRP) paling tepat untuk di terapkan dalam lingkungan Intermittent atau sering di sebut Job Shop Manufacturing Model MRP dapat di adopsi untuk di terapkan dalam lingkungan repetitive manufacturing, sedangkan model CRP tidak dapat di terapkan di lingkungan repetitive manufacturing dan harus di ganti dengan asembly line balancing method, karena pusat pusat kerja (work station) jarang di pakai dalam lingkungan repetitive manufacturing. Konsep konsep seperti Pull system dan FIFO schedulling juga akan lebih cocok untuk di terapkan dalam lingkungan repetitive manufacturing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s