Berapa Gaji Yang Anda Minta ????? (cara bijak menjawab pertanyaan)

Posted: Agustus 7, 2009 in Tulisan Lain

Wawancara merupakan tahapan yang wajar pada setiap proses rekrutmen & seleksi, bahkan tahapan ini merupakan tahapan “ wajib “ yang selalu dan selalu harus dilakukan bagi perusahaan. Kegiatan wawancara merupakan alat rekrutmen & seleksi yang paling mudah dan paling murah untuk dilakukan, namun bagi Para pencari kerja , wawancara merupakan tahapan yang  perlu mendapatkan perhatian yang serius. ….Jika salah dalam menjawab maka kesempatan bekerja akan melayang.

Pada saat wawancara, seringkali pewawancara akan menanyakan beberapa hal pada diri pelamar, biasanya diawali dengan pertanyaan yang ringan seputar identitas pelamat, misalnya  ; Pendidikan terakhirnya apa ?, apakah pernah kerja atau punya pengalaman bekerja ?, mengapa tertarik melamar di perusahaan ini ? dan sebagainya. Beberapa pertanyaan memang mudah dijawab karena bersifat memberikan informasi, tetapi ada beberapa pertanyaan yang mengarah pada sikap dan pandangan pelamar terhadap suatu kondisi tertentu, misalnya ;  apakah tahan dalam situasi tekanan kemarahan ?, bagaimana jika harus ditempatkan di luar kota dan sebagainya, beberapa pertanyaan ini memang tidak semudah pertanyaan informasi sebelumnya.

Satu pertanyaan yang tergolong “ SULIT “ dan menjadi “ momok “ bagi para pelamar  adalah Berapa gaji yang anda inginkan ? “. Pertanyaan ini memang mudah untuk disampaikan , namun sulit untuk dijawab. Setiap jawaban akan mempunyai dampak dan resiko sangat besar . Bahkan dari jawaban ini akan dapat dipastikan apakah pelamar akan diterima atau ditolak.. Jadi… bagaimana jika pelamar mendapat pertanyaan seperti ini ?

Ada beberapa pertimbangan penting ( dan hal ini merupakan Tips ) untuk menjawab pertanyaan tersebut  :

  • Jika anda adalah pelamar yang belum mempunyai pengalaman kerja atau hanya 1-2 tahun pernah bekerja, maka hindari untuk  menjawab pertanyaan tersebut dengan menyebutkan nilai angka tertentu. Mengingat , pada posisi anda yang tidak mempunyai pengalaman tersebut maka anda tidak mempunyai posisi tawar. Sebaliknya, anda juga tidak diperkenankan untuk menjawab dengan kata-kata … terserah bapak , atau terserah perusahaan ….karena jawaban ini menunjukkan bahwa anda merupakan orang lemah , orang murahan dan bahkan terkesan orang yang sudah gagal dimana-mana.

Jawaban bijak yang perlu disampaikan adalah “     Gaji … bukan merupakan hal penting bagi saya, yang lebih penting bagi saya adalah output kerja yang dapat kami hasilkan… saya rasa bahwa perusahaan akan lebih bijak untuk menentukan gaji bagi saya… untuk itu ,  kami serahkan kepada perusahaan… berapa gaji yang paling sesuai bagi saya “ Jawaban tersebut akan memberikan kesan kepada perusahaan bahwa anda tahu diri dengan posisi anda yang belum punya pengalaman dan anda terkesan lebih mementingkan hasil kerja daripada gaji.

  • Bagi perlamar yang sudah mempunyai pengalaman yang cukup berarti  ( 3- 10 tahun  ) atau mempunyai ketrampilan nyata yang langsung dapat dimanfaatkan, maka memberikan nilai tawar gaji dengan menetapkan angka tertentu dapat dilakukan, meskipun harus dengan pertimbangan yang pintar.

Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan adalah :

  • menetapkan nilai gaji berdasarkan nilai gaji pada perusahaan terakhir. Minimal dengan nilai yang sama.
  • Atau menetapkan nilai gaji sesuai dengan nilai gaji pada umumnya dengan jabatan yang sama , lakukan survey kecil-   kecilan untuk   mencari info pasaran gaji pada jabatan yang anda lamar.
  • Bisa jadi anda menyerahkan nilai gaji tersebut kepada perusahaan, dengan kata-kata yang tepat “ saya rasa perusahaan mempunyai standard tertentu untuk nilai gaji pada jabatan ini ….dan perusahaan  cukup mampu untuk menghargai setiap jabatan yang ada.. “

Beberapa Tips jawaban tersebut diatas, bukanlah jawaban yang sekedar keluar dari mulut semata, namun harus disadari sebagai suatu prinsip yang harus dilakukan. Dalam arti bahwa memang anda akan menempatkan hasil kerja sebagai prioritas pertama dan uang sebagai prioritas kemudian yang akan mengikuti haisl kerja anda. Kesan inilah yang harus tersampaikan kepada pwawancaraewawancara pada saat mereka menannyakan tentang permasalahan Gaji.  Selamat mencoba dan sukses bagi anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s