Benar atau salah (sebuah kecelakaan)

Posted: Juli 31, 2009 in Tulisan Lain
Tag:, , , , , ,

Tuan Siraka adalah pengusaha sukses di Kota Bogor, dia mempunyai istri yang cantik dan anak anak yang pintar dan santun, dia memulai usaha dari kecil, karena ketekunan dan menjalankan prinsip “Doing The Best For Everything” maka ia dalam waktu 5 tahun sudah mencapai kesuksesan dengan beberapa perusahaan yang dia punyai.

Pada suatu hari Tuan Siraka mendadak harus menyelesaikan urusan bisnis di Kota Surabaya.

Pagi Pagi benar ia, bermaksud untuk pergi ke bandara Soekarno – Hatta, entah kenapa di tengah perjalanan, Tuan Siraka meminta sopir pribadinya untuk kembali dan menuju Pabrik yang sekaligus kantornya, karena ada berkas yang tertinggal katanya, dengan seketika sang sopir langsung berputar arah menuju tempat yang di maksud.

Sesampai di Pabrik, Tuan Siraka, di sapa oleh Satpam penjaga pintu “ Selamat pagi pak”, lalu mobil yang di tumpangi Tuan Siraka menuju Loby utama Pabrik tersebut dan Tuan Siraka bergegas menuju ruang kerjanya. Setelah mengambil berkas yang di maksud, Tuan Siraka langsung bergegas masuk Mobil dan memerintahkan sang sopir untuk cepat melajukan kendaraannya. Sesampai di pintu gerbang Pabrik, Kira kira jam 05.30 pagi tiba tiba Satpam mengetuk kaca mobil Tuan Siraka, kontan saja Tuan Siraka langsung membuka kaca mobil tersebut Sambil berkata :

Tuan Siraka : Ada Apa ??

Satpam : Ndak pak……. Ada yang mau saya sampaikan

Tuan Siraka : Sampaikan saja sekarang, saya ini sudah terlambat..!!!,..oooo.. Ya , kamu ini shift berapa ?

Satpam : Shift 3 tuan (23.00 – 08.00)

Tuan Siraka : Ayo sampaikan ….!!!!

Satpam : Begini tuan, saya tadi malam bermimpi, dan dalam mimpi saya itu saya melihat tuan menjadi korban kecelakaan akibat pesawat terbang yang tuan tumpangi meledak di udara akibat Bom

Tuan Siraka : OOOO begitu…… terima kasih

Sambil menutup kaca jendela mobil, tuan Siraka memerintahkan sopirnya untuk segera menuju Bandara. Sesampai bandara kira kira jam 08.00 pagi, Tuan Siraka sudah ketinggalan pesawat yang seharusnya jam 07.30, akhirnya tuan Siraka mengurus keterlambata tersebut ke Counter tiket maskapai penerbangan. Akhirnya Tuan Siraka berangkat ke Surabaya Jam 09.00.

Kurang lebih jam 10.30, Tuan Siraka Sampai di Surabaya, sesampai bandara Juanda Surabaya, Tuan Siraka Sangat terkejut pada saat melihat berita di televisi, berita tersebut adalah sebuah berita tentang kecelakaan pesawat terbang yang seharusnya di tumpangi Tuan Siraka dari Jakarta. Setelah beristirahat sejenak di bandara, Tuan Siraka bergegas untuk menyelesaikan urusan bisnisnya.

Pada Jam 17.00, Tuan Siraka, sudah sampai Bandara Juanda Lagi, hendak pulang ke Jakarta, tepat pukul 18.00, pesawat yang di tumpangi Tuan Siraka tinggal landas menuju Jakarta.

Sesampai Jakarta Tuan Siraka Langsung menuju Rumah untuk istirahat. Keesokan harinya, Tuan Siraka di kantornya, memanggil satpam yang bercerita tentang mimpinya.

Tetapi alangkah terkejutnya satpam tersebut, karena Tuan Siraka langsung memecat dia, tentunya dengan pesangon sesuai dengan peraturan pemerintah plus bonus.

kecelakaan

Pertanyaan : Benar / Salah Tindakan Tuan Siraka Memecat satpam tersebut ??

Komentar
  1. suwandi mengatakan:

    jawabannya benar…karena satpam tersebut telah menginformasikan kecelakaan pesawat terbang yang belum tentu benar karena berdasarkan mimpi,dan kalaupun benar terjadi adanya mungkin hanya kebetulan saja.Atau satpam tersebut telah “merubah” pola kematian yang seharusnya menimpa Tuan Siraka,Boleh jadi Tuan Siraka memang benar-benar menginginkan kematian (berjalan sesuai dengan rencana Allah SWT)….?Apakah anda tahu bahwa memang ada orang-orang tertentu yg menginginkan kematian karena kegagalan dalam mengemban tugas/tanggungjawab yang di bebankan kepadanya ataupun mati dengan terhormat seperti tradisi orang-orang jepang (harakiri)?…

    • marasandra mengatakan:

      Jawaban yang mendasar adalah BENAr, tuan siraka memecat satpam tersebut, anda mempunyai jawaban juga benar, karena kematian hanya di tangan TUHAN, tetapi dalam kasus ini… yang paling benar adalah…sang satpam tidur pada saat bekerja..bukankah mimpi hanya ada pada saat tidur, sedangkan orang yang tidur dalam bekerja, di manapun salah.. dalam kasus ini, saya hanya mengambil akibat yang paling extreme akibat suatu kesalahan….. terima kasih.. dan salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s