logo iso

ISO 9001 : 2008 adalah suatu standar Internasional untuk sistem manajemen mutu. ISO 9001 : 2008 menetapkan persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen mutu, yang bertujuan untuk menjamin bahwa organisasi/perusahaan akan memberikan produknya (barang/jasa) yang memenuhi persyaratan yang di tetapkan. ISO 9001 : 2008 bukan merupakan standar produk, karena tidak menyatakan persyaratan yang harus di penuhi oleh suatu produk (barang/jasa), sehingga kita tidak dapat menginspeksi suatu produk terhadap standar standar produk, misal : kekuatan, kekerasan, fatique, warna, rasa, expired date dll, jadi sekali lagi ISO 9001 : 2008 adalah suatu sistem manajemen mutu BUKAN standar mutu suatu produk, adapun klausul klausul ISO 9001 : 2008 adalah sebagai berikut :

Klausul 1 – Ruang Lingkup

1.1 – Umum

1.2 – Penerapan

Klausul 2 – Acuan Standard

Klausul 3 – Istilah dan Definisi

Penjelasan Klausul 1 – 3 :                                                                                                                      Klausul 1 – 3 hanya bersifat sebagai pengantar standar ISO 9001:2008. Dalam 3 klausul ini, belum ada pesyaratan yang harus dijalankan. Hanya saja, Klausul 1.2 menjelaskan bahwa klausul 4-8 wajib untuk diterapkan secara penuh kecuali klausul 7, maka salah satu atau lebih Sub Klausul boleh tidak diterapkan bila memang tidak terdapat proses atau kegiatan di organisasi anda yang berkaitan dengan klausul tersebut.

Klausul 4 Sistem Manajemen Mutu

4.1 – Persyaratan Umum

4.2 – Persyaratan Dokumentasi

4.2.1 – Umum

4.2.2 – Manual Mutu

4.2.3 – Pengendalian Dokumen

4.2.4 – Pengendalian Rekaman

Penjelasan Klausul  4 :                                                                                                                           Klausul 4 secara umum berisi tentang persyaratan umum yang mencakup semua persyaratan yang ada pada klausul-klausul selanjutnya. Penekanan klausul 4 adalah, sebagai konsekuensi penerapan ISO 9001:2008 maka anda diwajibkan memiliki dokumen-dokumen tertulis seperti Manual Mutu, Kebijakan Mutu, Sasaran Mutu, 6 Prosedur Wajib, prosedur kerja bagian / divisi / departemen, instruksi kerja (bila diperlukan), rekaman mutu (form dan semua hal yang digunakan sebagai bukti pelaksanaan suatu kegiatan) yang dipersyaratkan oleh ISO 9001, dan rekaman mutu yang berkaitan dengan kegiatan operasional organisasi anda.

Anda juga diminta untuk mengendalikan dokumen dan form / catatan mutu / rekaman mutu termasuk tata cara penetapan atau pengesahan, revisi, distribusi, penyimpanan dan cara pemusnahannya.

 

Klausul 5 – Tanggungjawab Manajemen

5.1 – Komitmen Manajemen

5.2 – Fokus Pelanggan

5.3 – Kebijakan Mutu

5.4 – Perencanaan

5.4.1 – Sasaran Mutu

5.4.2 – Perencanaan Sistem Manajemen Mutu

5.5 – Tanggungjawab, Wewenang dan Komunikasi

5.5.1 – Tanggungjawab dan Wewenang

5.5.2 – Wakil Manajemen

5.6 – Tinjauan Manajemen

5.6.1 – Umum

5.6.2 – Masukan Tinjauan

5.6.3 – Keluaran Tinjauan

Penjelasan Klausul  5 :                                                                                                                           Klausul 5 berisi beberapa hal yang harus dilakukan oleh Top Manajemen seperti penetapan struktur organisasi, job description, penetapan sasaran mutu (quality objective), penunjukkanmanagement representative (perwakilan manajemen), dan pelaksanaan salah satu dari dua kegiatan yang harus dijalankan secara rutin dalam periode waktu tertentu: Rapat Tinjauan Manajemen. Klausul 5.6.2 berisi tentang 7 agenda yang wajib dibahas dalam rapat tinjauan manajemen yang pelaksanaannya bisa enam bulan sekali atau setahun sekali tergantung kebijakan perusahaan.

 

Klausul 6 – Manajemen Sumberdaya

6.1 – Penyediaan Sumber Daya

6.2 – Sumber Daya Manusia

6.2.1 – Umum

6.2.2 – Kompetensi, Pelatihan dan Kesadaran

6.3 – Infrastruktur

6.4 – Lingkungan Kerja

Penjelasan Klausul 6 :                                                                                                                            Klausul 6 secara umum berisi persyaratn yang berkaitan dengan pekerjaan HRD dan GA yakni seputar kepegawaian dan Sarana dan Prasarana. Anda diminta untuk menetapkan kompetensi, mengadakan seleksi dan evaluasi karyawan, mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi karyawan, serta mengelola sarana dan prasarana organisasi anda.

 

Klausul 7 – Realisasi Produk

7.1 – Perencanaan Realisasi Produk

7.2 – Proses Terkait Pelnggan

7.2.1 – Penetapan Persyaratan Yang Berhubungan Dengan Produk

7.2.2 – Tinjauan Persyaratan Yang Berhubungan Dengan Produk

7.2.3 – Komunikasi Pelanggan

7.3 – Desain dan Pengembangan

7.3.1 – Perencanaan Desain dan Pengembangan

7.3.2 – Masukan Desain dan Pengembangan

7.3.3 – Keluaran Desain dan Pengembangan

7.3.4 – Tinjauan Desain dan Pengembangan

7.3.5 – Verifikasi Desain dan Pengembangan

7.3.6 – Validasi Desain dan Pengembangan

7.3.7 – Perubahan Desain dan Pengembangan

7.4 – Pembelian

7.4.1 – Proses Pembelian

7.4.2 – Informasi Pembelian

7.4.3 – Verifikasi Produk Yang Dibeli

7.5 – Produksi dan Penyediaan Jasa

7.5.1 – Pengendalian Proses Produksi dan Penyediaan Jasa

7.5.2 – Validasi Proses Produksi dan Penyediaan Jasa

7.5.3 – Identifikasi dan Mampu Telusur

7.5.4 – Barang Milik Pelanggan

7.5.5 – Penjagaan Produk

7.6 – Pengendalian Alat Pemantauan dan Pengukuran

Penjelasan Klausul  7 :                                                                                                                         Klausul 7 berisi beberapa persyaratan ISO yang berkaitan dengan realisasi produk dan jasa mulai dari kontrak atau kesepakatan dengan pelanggan sampai produk atau jasa sampai ke tangan pelanggan. Bila diurutkan, klausul 7 ini mengatur mulai dari tinjauan order, perencanaan (schedule), pembelian raw material atau jasa pendukung,  pelaksanaan produksi atau pemberian jasa,  penyimpanan, pengiriman, sampai barang / jasa diterima oleh pelanggan.

Klausul 7 ini mengatur beberapa divisi yang lazim ditemukan di suatu organisasi seperti Marketing, Purchasing, PPIC, Produksi, Gudang, QC, QA, dll. Sebagai contoh, untuk divisi marketing, Anda diminta untuk memantau kepuasan pelanggan (dengan cara survey kepuasan pelanggan) dan menangani keluhan pelanggan; setiap keluhan harus dicatat, ditindaklanjti, dianalisis dan diberikan solusi perbaikan dan pencegahannya di masa mendatang.

Sebagaimana dijelaskan pada klausul 1.2, bila ada salah satu sub klausul yang tidak applicable, maka boleh dikecualikan atau diabaikan. Contohnya, orgnisasi yang bergerak dibidang penjualan (distributor) tentu hanya menjual produk dari produsen lain dan tidak melakukan pengembangan produk (Research and Development), sehingga tidak perlu menerapkan Klausul 7.3 tentang Desain dan Pengembangan.

 

 Klausul 8 – Pengukuran, Analisis dan Peningkatan

8.1 – Sistem Manajemen Mutu

8.2 – Pemantauan dan Pengukuran

8.2.1 – Kepuasan Pelanggan

8.2.2 – Audit Internal

8.2.3 – Pemantauan dan Pengukuran Proses

8.2.4 – Pemantauan dan Pengukuran Produk

8.3 – Pengendalian Ketidaksesuaian Produk

8.4 – Analisis Data

8.5 – Peningkatan

8.5.1 – Peningkatan berkelanjutan

8.5.2 – Tindakan Koreksi

8.5.3 – Tindakan perbaikan

8.5.4 – Tindakan Pencegahan

Penjelasan Klausul 8 :                                                                                                                         Klausul 8 seluruhnya berisi tentang Analisis proses secara keseluruhan.  Klausul ini berisi ketentuan empat dari enam prosedur wajib yang harus dibuat yaitu: prosedur Audit Internal (8.2.2), Prosedur Pengendalian Produk / Jasa Tidak Sesuai (8.3), Prosedur Tindakan Perbaikan (8.5.3) dan Prosedur Tindakan Pencegahan (8.5.4).

Secara umum dapat dinyatakan bahwa Klausul 8 menuntut anda untuk terus menerus melakukan perbaikan dengan cara; menganalisis demua data masukkan (survey kepuasan pelanggan, keluhan pelangggan, produk reject, kesalahan kerja, dll) termasuk melaksanakan kegiatan audit internal dalam periode waktu tertentu dengan tujuan memastikan kesesuaian antara penerapan dengan Standar ISO 9001:2008 dan prosedur atau kebijakan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Referensi : Multiple, SNI

PemimpinHampir setiap hari, baik di televisi atau di media pemberitaan lain nya selalu terdengar kata kata “Pemimpin”, apalagi di tahun 2014 ini, yang merupakan tahun politik bagi Indonesia. Dalam benak dan pikiran saya selalu terngiang apakah “Pemimpin” itu dan apakah bedanya dengan “Pimpinan”. Dalam kesempatan ini saya berusaha mengurai berdasarkan apa yang saya lakukan, saya rasakan selama kurang lebih 15 tahun ini.

Pada dasarnya seorang Pemimpin adalah seseorang  yang mempunyai jiwa seni tinggi, sama dengan pekerja seni lain nya, mengapa seperti itu ?, Karena Seorang pemimpin adalah suatu Seni Mengelola Harapan. Sehingga timbul lagi pertanyaan “Harapan” siapa ?….. Jawaban nya adalah Harapan para pengikutnya / bawahan nya. Karena seorang pengikut / bawahan dapat di pastikan akan menggantungkan harapanya kepada pemimpin nya, dimana mana, di pemerintahan, di perusahaan di manapun.

Untuk menjadi pemimpin yang mampu mengelola harapan, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi bukan sesuatu yang tidak mungkin di lakukan, ada beberapa prinsip dalam mengelola harapan tersebut yaitu Informasi – Analisa – Prediksi. Ketiga hal tersebut, sangat di pengaruhi oleh Pendidikan, Pengalaman, keberanian, kekuasaan, kebenaran (Agama & hukum), kecerdikan dan Perasaan, mengapa “perasaan”, karena pemimpin adalah pekerja seni.

Pimpinan, biasanya adalah seseorang yang di “Paksa” untuk menjadi Pemimpin, modalnya hanya kekuasaan, sehingga unsur Keberanian dan Kebenaran hampir di katakan tidak ada, sehingga seorang Pimpinan bekerja hanya berdasarkan perintah, baik lisan maupun tulisan. Dan jauh meninggalkan perasaan untuk membuat prediksinya.

Dalam Cerita Pewayangan Mahabaratha, contoh seorang Pimpinan adalah Raja Destarata, raja ini sangat emosional, ceroboh, gegabah dan memang dalam sejarahnya menjadi Raja Hastinapura sedikit di paksakan, untuk menggantikan Adiknya (Raja Pandu) yang mengasingkan diri, sehingga yang terjadi adalah Kerajaan Hastinapura berantakan

Kembali lagi ke kata kata “Pemimpin”, salah satu pemimpin yang cukup mampu mengelola harapan adalah ada dua, yaitu Basudewa Krishna dan Raja Sangkuni, mengapa demikian karena keduanya mampu mengelola Informasi – Analisa – Prediksi yang di balut dengan Pendidikan, Pengalaman, keberanian, kekuasaan, kebenaran (Agama & hukum), kecerdikan dan Perasaan

Sehingga menurut saya, perang Mahabaratha yang terjadi di Kurusetra adalah Perang antara Basudewa Krishna dan Raja Sangkuni, yang melibatkan Pandawa dan Kurawa.

Sungguh suatu yang sangat di impikan seorang pemimpin yang demikian, bukan pimpinan pimpinan yang ada sekarang ini. Sebenarnya seorang Pimpinan tinggal selangkah lagi untuk menjadi Pemimpin, jika dalam membuat prediksinya ditambahkan, keberanian (termasuk berani dipecat), Kebenaran dan Perasaan, seorang Pimpinan biasanya sudah cerdik (baca culas), tinggal kecerdikan nya ini mau di pergunakan ke arah mana.

Jadi sekarang tinggal pilih mana, menjadi Pemimpin atau menjadi Pimpinan, semua terserah anda.

MENGAPA PERLU PERAWATAN

  1. Mencegah terjadinya kerusakan alat
  2. Mengupayakan kinerja alat dalam keadaan maksimum
  3. Mendukung upaya memuaskan pelanggan

maintenanceBERBAGAI BENTUK PERAWATAN

  • BREAKDOWN MAINTENANCE
  • PREVENTIVE MAINTENANCE : memasang mesin sesuai kebutuhan dan mempertahankan fungsinnya dgn baik
  • CORRECTIVE MAINTENANCE : melaksanakan improvement pada alat agar alat tidak rusak, memudahkan inspeksi dan memastikan keselamatan
  • PRODUCTIVE MAINTENANCE : suatu metode perawatan yang “profitable preventive maintenace” hal ini mensyaratkan untuk tidak hanya mencegah breakdown dan defect tetapi juga bekerja efisien dan ekonomis

 

LIMA POKOK DEFINISI TPM

  1. Bermaksud mendapatkan manfaat yang paling efective dari peralatan
  2. Membangun sistem PM yang menyeluruh
  3. Mengikutsertakan semua orang yang berkaitan dengan peralatan atau  mesin
  4. Mempersyaratkan dukungan dan kerjasama setiap orang mulai dari manajer kebawah
  5. Mempromosikan dan menerapkan kegiatan PM dengan dasar kegiatan kelompok kecil yang mandiri

SASARAN TPM

  1. ZERO A B C D :
  • ACCIDENT
  • BREAKDOWN
  • CRISIS
  • DEFECT

MRP II merupakan suatu sistem Informasi terintegrasi yang menyediakan data di antara berbagai aktivitas produksi bdan area fungsional lain nya dari suatu bisnis secara keseluruhan. sistem MRP II mengkoordinasikan pemasaran, manufacturing, pembelian dan rekayasa melalui pengadopsian rencana produksi serta melalui penggunaan satu data base ter integrasi guna merencanakan dan memperbaharui aktivitas dalam sistem industri modern secara keseluruhan. Pada dasarnya, dalam MRP II perencanaan produksi di kembangkan dari perencanaan strategik bisnis yang melibatkan Top manajemen dari suatu perusahaan Industri. Dalam MRP II, departemen produksi di harapkan untuk memproduksi pada tingkat yang telah di tetapkan (sesuai pesanan) dan memjadi komitmen dari manajemen industri tersebut. Departemen pemasaran kemudian akan memasarkan produk pada tingkat produksi yang telah di tetapkan. dan departemen keuangan akan menjamin sumber sumber daya keuangan yang cukup agar mampu merealisasikan rencana produksi pada tingkat yang telah di tetapkan bersama. Berdasarkan petunjuk dari rencana produksi itu, selanjutnya di buat jadwal produksi Induk (Master Production Schedule). yang menspesifikasikan kuantitas dari produk spesifik yang akan di produksi. Pada tahap ini, kemudian di periksa secara garis besar, apakah kapasitas yang tersedia cukup untuk mendukung MPS tersebut, Juka tidak cukup, harus di adakan koreksi. Selanjutnya apabila telah selesai di koreksi, kita dapat melakukan perencanaan kebutuhan material dan menetapkan jadwal prioritas untuk produksi, selanjutnya suatu analisis secara terperinci tentang kebutuhan kapasitas di tentukan,  guna menjamin bahwa kapasitas itu cukup untuk memproduksi komponen spesifik pada setiap pusat kerja selama periode waktu penjadwalan produksi tersebut. setelah di anggap realistik, eksekusi dari rencana produksi, penjadwalan pembelian dan penjadwalan di tempat produksi dapat di kembangkan. Berdasarkan jadwal yang telah di tetapkan secara realistik itu, pengaturan pada pusat pusat stasiun kerja, pengendalian produksi dan pengendalian pemasok dapat di tentukan agar menjamin terpenuhi nya jadwal produksi induk (MPS). Model perencanaan kebutuhan material (MRP = Material Requirement Planning) dan perencanaan kebutuhan kapasitas (Capacity Reqirement Planning = CRP) paling tepat untuk di terapkan dalam lingkungan Intermittent atau sering di sebut Job Shop Manufacturing Model MRP dapat di adopsi untuk di terapkan dalam lingkungan repetitive manufacturing, sedangkan model CRP tidak dapat di terapkan di lingkungan repetitive manufacturing dan harus di ganti dengan asembly line balancing method, karena pusat pusat kerja (work station) jarang di pakai dalam lingkungan repetitive manufacturing. Konsep konsep seperti Pull system dan FIFO schedulling juga akan lebih cocok untuk di terapkan dalam lingkungan repetitive manufacturing

Kiat menjadi KARYAWAN BARU

Posted: Maret 9, 2011 in Tulisan Lain

Pada dunia kerja , banyak rambu-rambu yang harus diketahui oleh calon pekerja atau karyawan baru agar dapat selamat dan sukses  memulai dunia yang baru.

Sebuah impian yang sangat dinanti-nantikan bagi para pelamar adalah sebuah berita yang menyatakan bahwa dirinya diterima untuk memulai dan masuk pada dunia kerja. Berita ini sangat menyenangkan dan sangat diharapkan. Namun jangan lupa , bahwa berita diterima untuk mulai bekerja bukanlah akhir dari perjalanan panjang mencari pekerjaan. Memulai dunia kerja merupakan saat-saat penting bagi para pelamar, mengingat pada masa awal inilah akan dilakukan penilaian dan evaluasi apakah calon karyawan akan terus diterima atau harus angkat kaki untuk meninggalkan perusahaan. Masa inilah yang dikenal dengan masa percobaan, biasanya memakan waktu 3 bulan.

Bagaimana sebaiknya mempersiapkan diri untuk mampu menyesuaikan pada masa percobaan tersebut ?  berikut beberapa tips yang dapat dilakukan.

Secara pribadi , buatlah diri anda sebagai orang yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan jadikan diri anda menjadi berarti  :

 

–          Bersikaplah “ wait & see “ sebelum bertindak, sehingga anda tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu dan tidak seharusnya terjadi.

–          Terbuka untuk selalu bertanya dan belajar, jangan menggangap diri sudah hebat dan mampu melakukan sesuatu, berusahalah melibatkan orang-orang disekitar menjadi guru atau “ mentor “  didalam setiap kesempatan.

–          Jangan takut berbuat salah, anda adalah orang baru dan wajar jika orang baru berbuat kesalahan. Mintalah nasehat kepada orang-orang didekat anda.

–          Jangan menunggu pekerjaan tetapi carilah pekerjaan, seringkali orang baru akan merasa kebingungan karena tidak ada perkerjaan yang harus dikerjakan, pada kondisi inilah anda harus mempunyai inisiatif untuk bertanya “ apa yang bisa saya kerjakan … pak “ atau anda dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan ringan disekeliling anda, misalnya ; menata filing .

Selain anda harus mempersiapkan diri untuk menjadi karyawan yang aktif dan mau bekerja, anda harus memperhatikan hubungan dengan Atasan anda :

–          Jangan takut atau menghindar dari atasan, justru gunakan kesempatan untuk selalu lebih dekat dengan atasan. Sebuah pepatah mengatakan, jika anda ingin sukses bergaulah dengan orang-orang sukses. Pada kebanyakan perusahaan, orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang dekat dengan sumber kekuatan ( atasan ).

–          Persiapkan Agenda dan selalu bawalah agenda , untuk mencatat segala sesuatu apabila anda diminta untuk menghadap atasan.

–          Setiap tugas yang diberikan, lakukanlah dengan sungguh-sungguh dan hindari untuk menolak, meskipun anda rasa tidak mampu untuk melakukannya,….. berusahalah.

–          Perhatikan  !  upayakan untuk membuat laporan perkembangan tugas anda  sebelum diminta oleh atasan.

–          Jangan merasa tersinggung jika harus ditegur atau dimarahi. Anggaplah hal itu merupakan langkah untuk mendidik anda agar lebih baik, atau cobalah menghibur diri bahwa ditegur dan dimarahi merupakan bagian dari gaji yang kita terima.

Faktor lingkungan social juga sangat berarti bagi para pekerja baru untuk mampu berhasil memulai bekerja pada dunia yang baru. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

–          Jadikan diri anda menjadi orang yang bisa bergaul dengan siapa saja mulai dari karyawan yang paling bawah hingga para pimpinan di tingkat atas.

–          Hindari untuk memancing perdebatan atau selisih pendapat untuk hal-hal yang sepele dan tidak prinsip.

–          Hargai senioritas, berlakulah sopan dan hormat kepada orang –orang yang lebih tua meskipun jabatannya dibawah anda.

–          Mulailah untuk lebih dahulu menyapa dan memberikan salam kepada orang lain.

–          Upayakan untuk mau terlibat pada setiap kegiatan di perusahaan. Persiapkan diri anda untuk mau menjadi panitia atau tugas-tugas kebersamaan lainnya.

–          Hindari untuk masuk pada kalangan kelompok-kelompok tertentu atau golongan-golongan tertentu. Jadikan diri anda menjadi orang yang netral dan tidak memihak satu dua kelompok.

Tips-tips tersebut diatas memang indah dan sangat baik untuk dilakukan. Namun hal tersebut tidak akan terwujud jika anda tidak mulai untuk melakukannya. Sebuah pekerjaan yang besar , sebuah maha karya yang hebat tidak akan terwujud jika tidak pernah dilakukan untuk pertama kalinya. Mulailah… maka anda akan menuai manfaatnya.

 

leadershipProf. Bernadete N. Setiadi phD, dalam upacara pengukuhan sebagai guru besar di Universitas Katolik Atmajaya pada tanggal 31 Oktober 2008 menyampaikan, bahwa Kualitas suatu proses perubahan sangat di tentukan oleh kualitas pemimpinnya.  Tiga hal yang harus di punyai seorang pemimpin yaitu :

  • Informasi
  • Analisa
  • Prediksi

Dan Kualitas yang di perlukan oleh seorang pemimpin Masa Depan Adalah :

    1. Memiliki Visi jauh ke depan (Visioner leadership)
    2. Sangat Inspiratif
    3. Memiliki Integritas
    4. Menghargai martabat manusia
  1. Mendahulukan kepentingan yang lebih besar

Dan jika hal tersebut di atas tertanam pada seseorang yang bergolongan darah O maka akan menjadi pemimpin yang dapat membawa perubahan yang sangat berkualitas, mengapa demikian ????

Menurut hasil penelitian yang di lakukan oleh keturunan bapak & Anak D’Adamo (Swiss) golongan darah O Memiliki tubuh yang kuat dan daya tahan tubuh yang kuat, Mandiri, Berani, Intuitif dan Optimis. Orang yang memiliki golongan darah O memiliki kekebalan yang kuat dan mampu menghilangkan pengaruh Negatif stress. Sedangkan stress merupakan musuh terbesar seorang pemimpin.

Para pemimpin yang bergolongan darah O adalah :

  1. Ronald Reagan
  2. Al Capone
  3. Mikhail Gorbachev
  4. Ali Sadikin
  5. KH. Abdurrahman Wahid
  6. Tanri Abeng
  7. Ir. Mara Anugerah Sandranurani

Dari contoh di atas.. tambak bahwa perubahan yang di pimpin beliau sangat berkualitas.. dan selalu mementingkan kepentingan yang lebih besar. Untuk itu dalam memilih pemimpin, Golongan darah bisa di jadikan sebagai pertimbangan.